Pesisir Barat, https//Burusergap.co.id – Akibat abrasi sungai yang semakin parah di wilayah Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat, akses jalan utama warga di sekitar Sungai Way Laay mengalami kerusakan berat hingga amblas. Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Barat dari Komisi I, Aliyudiem, bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan lapangan pada Selasa 11 November 2025.
Dalam tinjauan tersebut, terlihat sebagian badan jalan yang berada di tepi bantaran sungai sudah longsor akibat tergerus arus air. Kondisi ini menyebabkan kendaraan roda empat sulit melintas dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan deras turun, Kamis (13/11/2025).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Anggota DPRD, Aliyudiem, mengatakan bahwa kehadiran pihaknya bersama Dinas PUPR merupakan bentuk tanggap cepat atas laporan masyarakat yang khawatir kehilangan akses transportasi antarpekon.
“Kami turun langsung karena laporan masyarakat sudah cukup banyak. Jalan ini sangat penting bagi warga, bukan hanya sebagai akses ekonomi tapi juga jalur pendidikan dan kesehatan. Kami berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti temuan ini dengan langkah penanganan yang tepat,” ujar Aliyudiem di lokasi.
Ia menegaskan, DPRD akan mengawal proses tindak lanjut hasil peninjauan agar perbaikan dapat segera direalisasikan. Aliyudiem juga meminta semua pihak terkait untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, mengingat sebagian area yang terkena abrasi termasuk wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada di bawah kewenangan provinsi.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Pesisir Barat, Ramadhan Yusuf, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan awal terhadap titik-titik abrasi yang paling parah.
“Untuk wilayah bantaran sungai memang menjadi kewenangan provinsi, tetapi untuk akses jalan yang terdampak menjadi tanggung jawab kabupaten. Kami akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk menentukan langkah teknis selanjutnya,” jelas Ramadhan.
Ia menambahkan, sambil menunggu hasil koordinasi tersebut, Dinas PUPR akan melaksanakan penanganan darurat agar jalur transportasi warga tetap bisa digunakan. Langkah cepat seperti penimbunan sementara dan pemasangan bronjong akan diupayakan guna mencegah kerusakan semakin meluas.
Ramadhan juga menyebut, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat bersama DPRD berkomitmen menjadikan penanganan abrasi Way Laay sebagai prioritas pembangunan infrastruktur tahun mendatang. Menurutnya, perbaikan jalan dan penguatan tebing sungai merupakan kebutuhan mendesak agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.
“Kami ingin masalah ini ditangani secara permanen, bukan sekadar perbaikan sementara. Karena kalau dibiarkan, abrasi bisa meluas dan memutus jalur penghubung antarpekon,” tambahnya.
Warga sekitar berharap hasil peninjauan ini segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan. Mereka menilai kondisi jalan yang amblas telah mempersulit aktivitas harian, terutama bagi pelajar dan petani yang bergantung pada jalur tersebut.
Peninjauan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah rawan abrasi, serta sebagai langkah awal untuk mendorong pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Pewarta : Amsirruddin
Editor/Redaksi : Sadarudin Pua Mbusa


















