banner 728x250

Gambut Terancam di Sei Pukun, Ketua PWRI Seruyan Murka: Proyek Jalan Terus, Pengawasan Menghilang

banner 120x600
banner 468x60

 

Seruyan –http://Burusergap.co.id Dugaan pekerjaan pasir pasang didaerah lahan gambut kembali mencuat di Kabupaten Seruyan. Kali ini, aktivitas proyek di kawasan Sungai Pukun, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, disorot keras oleh Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Seruyan, Muhammad Yasir.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
banner 325x300

Yasir menilai pekerjaan pasir sedot tersebut diduga telah merusak ekosistem gambut yang selama ini berperan vital sebagai penyangga lingkungan. Lahan gambut dikenal memiliki fungsi strategis dalam menyerap air saat musim hujan dan melepaskannya secara perlahan pada musim kemarau, sekaligus menjadi habitat keanekaragaman hayati.

 

“Ini bukan persoalan sepele. Lahan Gambut punya peran penting dalam mencegah banjir dan kekeringan. Tapi yang terjadi di Sungai Pukun justru sebaliknya, ekosistemnya diduga dirusak oleh aktivitas oknum tertentu. Pertanyaannya, siapa yang bertanggung jawab?” tegas Yasir kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).

 

Ia menyayangkan sikap oknum tersebut yang melakukan aktivitas bisnis pasir di wilayah yang dinilai tidak mengindahkan aspek lingkungan.

 

Tak hanya itu, Yasir juga menyoroti lemahnya peran Pemerintah Daerah Kabupaten Seruyan yang dinilainya terkesan membiarkan dugaan kerusakan lingkungan tersebut terjadi tanpa pengawasan dan tindakan tegas.

 

“Kami melihat ada pembiaran. Seharusnya pemerintah hadir, mengawasi, dan bertindak. Jangan sampai kerusakan alam dianggap hal biasa,” ujarnya.

 

PWRI Seruyan, lanjut Yasir, berkomitmen untuk menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan perusakan ekosistem gambut di Sei Pukun. Ia menegaskan, persoalan ini menyangkut kepentingan publik dan keberlanjutan lingkungan, bukan semata urusan proyek atau bisnis.

 

“Kami akan mengungkap siapa saja yang terlibat. Tidak ada rasa takut, siapa pun yang membekingi. Ini soal kepentingan masyarakat luas dan masa depan lingkungan Seruyan,” pungkasnya. (Tim/Red)

banner 325x300
error: Content is protected !!